Senin, 28 Maret 2011

cinta sejati

CINTA takkan cair di musim panas..
Takkan beku di musim dingin…
Takkan luluh di musim gugur…
Namun akan senantiasa berbunga seperti di musim semi…
Jalan menuju cinta itu tidak selamanya lurus..
Ada tikungan yang bernama KEGAGALAN..
Lingkaran yang bernama KEBINGUNGAN. .
Tanjakan yang bernama GODAAN..
Lampu Merah yang bernama KEJANGGALAN. .
Lampu Kuning yang bernama PERDEBATAN..
Kadang bisa juga mengalami ban kempes yang bernama PERSELINGKUHAN.
Tetapi bila kita memiliki ban serap yang bernama KESABARAN…
maka akan dapat ASURANSI yang bernama IMAN..
Asalkan kita mengemudi dengan modal KEPERCAYAAN. .
mudah-mudahan akan sampai ketujuan yang bernama CINTA SEJATI..

cinta

Memendam rasa
Tak bisa ungkapakan rangkaiyan kata
Sebutir cinta tlah tumbuh
Serpihan harapan tlah menghilang
pejamkan mata sejenak
Hanya untukmu
Memberi kenyataan dalam khayalan
Tuk bisa milikimu
Hingga kuterlelap
ku takan menyesali
hingga ku tak terbangun
kan kubawa cinta ini slama nya

kenapa kau 2kan aku

apa yg kau banggakan dari dia?
kau belum tau semuanya.
sedangkan padaku, kau tau apa saja, semuanya.
Saayang, kesalahanmu saat ini tak bisa ku bendung lagi.
sungguh aku kecewa.
mungkin aku tidak tampan seperti dia.
materi yg ku punya pun tak seberapa banding dengannya.
hanya secuil bila kau bandingkan aku dengannya.
tp satu yg boleh kau lebihkan dariku.
“kau dekat denganku, ku terbuka, tak sedikitpun hal yg luput dari kejujuranku, dan telah kau ketahui semua pun tak hanya dariku.”
apa bandingnya dengan pengetahuanmu tentang dia?
kau terlalu cepat tergoda.
hanya sepatah kata indah saja kau sudah terbawa asmara.
seulas senyum kau terima dengan hati penuh gembira.
dan dengan separuh kalimat memelasnya saja kau sudah bisa menyayanginya.
Saayang, aku merindukanmu saat ini.
aku ingin dikau tak lagi menyapanya.
namun itu hanya kata-kata sampah bagimu.
karena kau tak lagi memilihku,
aku anggap saja hatimu mudah teracuni oleh rayuan serta penampilan.
dibalik semua diammu,
didalam kata setia,
dan dipangkal janji manismu,
serta perhatianmu,
kau buruk menilaiku.
kau anggap remeh karma.
kau anggap tiada hukum cinta.
“terserah kamu mau bilang apa!”
pasti kata itu yg kini menumpuk di ujung pangkal lidahmu.
huhh, kau kira aku akan menyerah?
menyerah dan berhenti mengejar kisahku yg dahulu denganmu?
indah tak terkalahkan primadani dan lautan.
TIDAK AKAN!
selama kau berjalan bersama dia, hukum karma tetap berjalan.
walau itu pelan, suatu saat nanti pasti datang