kemanakah harus kucari
jejak langkahmu
yang hilang dalam sekejap
kau yang dulu mewarnai hidupku
kau yang selalu merekahkan senyumku
dan...
kau yang mengisi cerita klasik hidupku
betapa kau tlah membuatku beda
hanya kaulah bintang yang bersinar
dalam malam yang menemaniku
tapi mengapa kini kau pergi
tanpa mengucap satu kata pun
kepadaku
apakah kau tak sadar??
bahwa ku menunggumu disini
apakah kau tak mengerti
bahwa ku menyimpa rasa padamu
apakah kau tak mengetahui
bahwa diriku begitu terpuruk
dalam pekat malam
tanpa sinar terang dirimu
akankah kau kembali
sejujurnya...
aku sangat merindukanmu
dan aku merasa hilang
tanpa hadirnya dirimu
Kamis, 31 Maret 2011
judulnya bukan coretan tapi masih adakah harapan.... jgn salah nulisss masihkah ada harapan
Sebening embun dipucuk dedaunan
Menetas terkena mentari
Laksana alunan hati dalam kerinduan
Yang terpendam dalam misteri
Dulu kau dating begitu indah
Alampun kelihatan cerah
Kuingin serahkan segalanya
Tuk kebahagian kita berdua
Mungkinkah kini bisa terjadi
Ketika pelita harapan mulai remang
Bersinar dalam cahaya redup
Kau tinggalkan aku
Memilih jalan sendiri
Merenungi hari hari yang sepi
Kucoba hadapi semua
Hidup tanpa kasih sayang
Memanti rasa kedamaian
Dari jiwa yang rapuh
Kadang aku berpikir sendiri
Apakah luka ini akan berakhir
Aku meratap kesepian
Menyentuh sela sela duka
Meraba dalam kegelapan
Terpampang namamu abdi
Menetas terkena mentari
Laksana alunan hati dalam kerinduan
Yang terpendam dalam misteri
Dulu kau dating begitu indah
Alampun kelihatan cerah
Kuingin serahkan segalanya
Tuk kebahagian kita berdua
Mungkinkah kini bisa terjadi
Ketika pelita harapan mulai remang
Bersinar dalam cahaya redup
Kau tinggalkan aku
Memilih jalan sendiri
Merenungi hari hari yang sepi
Kucoba hadapi semua
Hidup tanpa kasih sayang
Memanti rasa kedamaian
Dari jiwa yang rapuh
Kadang aku berpikir sendiri
Apakah luka ini akan berakhir
Aku meratap kesepian
Menyentuh sela sela duka
Meraba dalam kegelapan
Terpampang namamu abdi
coretanku
Coretanku…
Sebening embun dipucuk dedaunan
Menetas terkena mentari
Laksana alunan hati dalam kerinduan
Yang terpendam dalam misteri
Dulu kau dating begitu indah
Alampun kelihatan cerah
Kuingin serahkan segalanya
Tuk kebahagian kita berdua
Mungkinkah kini bisa terjadi
Ketika pelita harapan mulai remang
Bersinar dalam cahaya redup
Kau tinggalkan aku
Memilih jalan sendiri
Merenungi hari hari yang sepi
Kucoba hadapi semua
Hidup tanpa kasih sayang
Memanti rasa kedamaian
Dari jiwa yang rapuh
Kadang aku berpikir sendiri
Apakah luka ini akan berakhir
Aku meratap kesepian
Menyentuh sela sela duka
Meraba dalam kegelapan
Terpampang namamu abdi
Sebening embun dipucuk dedaunan
Menetas terkena mentari
Laksana alunan hati dalam kerinduan
Yang terpendam dalam misteri
Dulu kau dating begitu indah
Alampun kelihatan cerah
Kuingin serahkan segalanya
Tuk kebahagian kita berdua
Mungkinkah kini bisa terjadi
Ketika pelita harapan mulai remang
Bersinar dalam cahaya redup
Kau tinggalkan aku
Memilih jalan sendiri
Merenungi hari hari yang sepi
Kucoba hadapi semua
Hidup tanpa kasih sayang
Memanti rasa kedamaian
Dari jiwa yang rapuh
Kadang aku berpikir sendiri
Apakah luka ini akan berakhir
Aku meratap kesepian
Menyentuh sela sela duka
Meraba dalam kegelapan
Terpampang namamu abdi
isi hati
Walaupun aku hanya bisa melihatmu dari jauh
sudahcukup bagi ku tuk meredam rasa rinduku ini kepadamu
walau hati ini dan perasaanh ini ingin sekali rasanya aku
melihatmu dari dekat tuk melihat wajahmu yang cantik
pa boleh buat aku tidakbisa melakukannya seperti apa yang ku inginkan
karena kau telah memilih dia sebagai pacarmu
memang aku tidak sepintar dan secerdas pasangan ppasanganmu itu
sudahcukup bagi ku tuk meredam rasa rinduku ini kepadamu
walau hati ini dan perasaanh ini ingin sekali rasanya aku
melihatmu dari dekat tuk melihat wajahmu yang cantik
pa boleh buat aku tidakbisa melakukannya seperti apa yang ku inginkan
karena kau telah memilih dia sebagai pacarmu
memang aku tidak sepintar dan secerdas pasangan ppasanganmu itu
Langganan:
Postingan (Atom)